oleh

Silokek Sijunjung, Geopark Eksotis di Sumatera Barat

Kantuk dan lelah melewati perjalanan panjang, seketika sirna ketika memasuki kawasan Geopark Silokek Sijunjung, Sumatera Barat.

Panorama alam hijau, pohon rindang penghias bukit dan tebing menjulang, langsung menyambut, membuat mata tak bisa berkedip.

Kekayaan Ranah Minang ternyata bukan sekadar Rumah Gadang atau Batu Malin Kundang. Banyak destinasi wisata yang jadi anugerah bak surga.

Baca: GN Sawahlunto, Warisan Dunia Menuju Geopark Unesco

Menyusuri lebih dalam, bentangan sawah indah menghampar, juga suara arus deras yang berkejar-kejaran di sungai Batang Kuantan, makin menambah decak kagum.

Tawa puas pecinta olahraga ekstrem, Arung Jeram nyaring menggema. Tampak wajah semringah mereka menikmati asyiknya terombang-ambing di atas perahu karet.

Bukan hanya itu, ada eksotisnya air terjun, pasir putih, serta stalagmit dan stalaktit penghias gua, membuat kawasan ini sungguh memesona. Rancak Bana.

Tebing tinggi nan curam juga menjadi arena menantang para pemanjat tebing, untuk menaikkan adrenalin.

Lokasi ini bahkan menjadi runner up dalam kategori Olahraga dan Petualangan penghargaan API Award 2020, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Mei 2021.

Panjat Tebing Silokek Sijunjung berada di bawah Skyland Supermoto, Musi Banyuasin dan unggul atas Tarawesi Motocross – Buru di tempat ketiga.

Pantas saja, kawasan yang menjadi Geopark Nasional pada 2018 ini sekarang bersiap menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp).

Tentu saja bersama dua destinasi lain di Sumatera Barat, yakni Geopark Ngarai Sianok dan Geopark Sawahlunto.

Itu berarti, tak lama lagi, tiga geopark Sumbar akan sejajar dengan Geopark Batur di Bali dan Geopark Gunung Sewu di Jawa Tengah/ Jogjakarta.

Kawasan Geopark Silokek berada di Jorong Tanjung Medan, Nagari Silokek, berjarak kurang lebih lima belas kilometer dari Muaro Sijunjung yang merupakan Ibukota Kabupaten.

Kabupaten Sijunjung bagian rangkaian Bukit Barisan yang memanjang dari barat laut ke tenggara.

Keelokan Geopark Silokek Sujunjung bahkan disebut melebihi Geopark San Andreas Fault (patahan San Andreas) di California USA, yang kesohor itu.

Baca Juga:  Siladen dan Lembeh, Destinasi Selam Terbaik Dunia

Dari tinjauan geologi, Kawasan Silokek memiliki karst yang berumur 260-an juta tahun. Batuan terobosan berupa batupasir dengan umur trias membuat kawasan ini sangat istimewa.

Kawasan Silokek menghadirkan pemandangan khas perbukitan karst dengan tebing vertikal dengan morfologi bukit curam yang menawan.

Morfologi eksokarst yang berada di Silokek berupa tebing vertikal dengan ketinggian kurang lebih 150 meter, yang menjadi trademark geopark ini.

Pun, gua-gua yang terbentuk alami akibat pelarutan batu gamping. Pengendapan proses pelarutan itulah yang kelak menghadirkan Stalaktit dan Stalagmit.

Kawasan ini menjadi bukti geologi (Geo-evidence) struktur berupa sesar normal yang menghasilkan sebuah longsoran besar.

Belum lama, hadir Pusat Informasi Geopark Nasional Silokek di simpang Tugu Muaro Sijunjung.

Tak salah, jika kawasan ini wajib menjadi destinasi utama jika berkunjung ke Sumatera Barat. Geopark Silokek Sijunjung memang menyajikan tiga wisata sekaligus, ekologi, arkeologi dan budaya.

Panorama hijau, sungai berarus, gua batupasir, tebing menjulang, hamparan sawah plus sejarah dan budaya lokal, menjadi jaminan kesan tak terlupakan mengunjungi kawasan ini. (fgt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed