oleh

Terungkap, Piutang Pelanggan PDAM Mencapai Rp43 Miliar

-Berita-335 kali dibaca

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Duasudara Kota Bitung, menggelar “coffee morning” dengan lembaga kemasyarakatan dan insan pers, Rabu (24/3/2021).

Bersama insan pers, Direktur PDAM Duasudara, Raymond Luntungan menjelaskan secara lengkap situasi yang terjadi pada perusahaan daerah ini.

Luntungan menjelaskan, saat ini PDAM Duasudara belum dapat melayani air bersih seluruh daerah di Kota Bitung.

Dari 8 kecamatan yang ada, semuanya sudah terlayani dengan baik, naum ada beberapa wilayah yang sulit terjangkau.

Dua kecamatan lainnya yang terletak di Pulau Lembeh belum mendapat pelayanan air bersih secara maksimal.

“8 kecamatan sudah kami layani, tapi untuk wilayah Tandurusa, Batu Putih dan Pinangunian, Sagerat masih belum maksimal.”

“Penyaluran air bersih masih menggunakan perahu karena berada di daerah ketinggian,” ungkap Luntungan. 

Dirut Luntungan memaparkan, dalam empat tahun terakhir pelanggan PDAM Duasudara naik secara signifikan.

“Ada kenaikan hingga 7 ribu pelanggan baru. Tahun 2016 berjumlah 13 ribu, dan akhir tahun 2020 lalu pelanggan mencapai 20 ribu,” katanya.

Menurutnya, PDAM Duasudara Kota Bitung bukan lagi perusahaan profit orientit, namun sudah menjadi perusahaan business orientit.

Profit orientit merupakan perusahaan yang memetingkan keuntungan sebesar-besarnya, tanpa mementingkan kepuasan pelanggan.

Business orientit adalah perusahaan selalu menjaga bisnisnya sehingga bisa bertumbuh, dan bekerja secara profesional untuk kepuasan pelanggan.

“Kami sekarang sudah menjadi perusahaan business orientit yang bekerja secara profesional untuk kepuasan pelanggan kita,” ungkapnya.

Sayangnya, Luntungan membeberkan bahwa masih banyak pelanggan PDAM yang belum melunasi kewajiban mereka.

Data terakhir menunjukan, piutang pelanggan PDAM Duasudara berada pada angka fantastis yakni Rp43 miliar.

Menurutnya, apabila setengah dari utang pelanggan bisa tertagih, maka PDAM Duasudara bisa melakukan perbaikan-perbaikan instalasi pipa.

“Jika setengahnya bisa terbayarkan yaitu, Rp21,5 miliar maka kami bisa gunakan untuk peningkatan pelayanan dan perbaikan jaringan pipa,” ujar Luntungan.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan, bahwa untuk bisa melayani pelanggan selama 24 jam, maka akan diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga:  Yang Terhormat Divonis 4 Tahun, Yang Mulia Kena 6 Tahun

“PDAM Duasudara butuh suntikan investasi Rp400 miliar, untuk bisa melayani masyarakat Kota Bitung selama 1×24 jam penuh,” jelasnya.

Sekadar informasi, PDAM Duasudara Kota Bitung saat ini menggunakan 11 sumber mata air.

3 sumber mata air menggunakan air sungai, 1 sumur bor yang berada di Kelurahan Pateten dan sisanya adalah menggunkan mata air.

PDAM Duasudara Bitung merupakan salah satu PDAM terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Audit BPK menunjukan bahwa PDAM Duasudara baik dalam penglolaan keuangan terbaik perusahaan daerah di Provinsi Sulawesi Utara, selama liam tahun beruntun.

(mir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed