oleh

Pecatur Irene Kharisma Vs Dewa Kipas, Catat Tanggalnya

-Opini-126 kali dibaca

Kini publik akan menunggu partai bersejarah untuk dunia catur Indonesia, Senin 22 Maret 2021. Irene Kharisma Sukandar Vs Dewa Kipas.

Usai menghadiri podcast Deddy Corbuzier, pecatur Indonesia Irene Kharisma Sukandar, kembali menjadi pembahasan pecinta catur Indonesia, kamis (18/3/2021).

Sayang, kali ini pecatur wanita kebanyakan mendapat hujatan karena menolak tantangan duel dengan Dadang Subur alias Dewa Kipas.

Pertandingan ini datang dari inisiatif Deddy Corbuzier yang tak tega melihat Dadang Subur mendapat cemoohan dari Irene.

Baca: Microsoft Sebut Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan, Lihat Imbasnya

Dia menuding Dadang Subur bermain curang dan sudah mempermalukan nama Indonesia.

Irene juga tak percaya jika Dadang Subur hebat seperti pendekar yang tiba-tiba turun gunung.

Mendengar hal itu, Deddy Corbuzier langsung menengahi dan menantang keduanya untuk beradu kehebatan. Pertandingan ini rencananya akan berlangsung secara live di akun youtube Deddy Corbuzier.

Dadang Subur mengaku antusias menerima tantangan Irene. Pecatur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar pada awalnya juga sudah mengiyakan.

Namun, tiba-tiba dia tanpa alasan jelas membatalkan pertarungan tersebut. Deddy Corbuzier membenarkan penolakan tersebut.

“Update, Irene yang tadinya setuju tanding saat ini menolak. Padahal saya sudah siapkan Rp150 juta, menang kalah dapat,” kata Deddy.

Pembatalan tersebut memang cukup beralasan. Melihat posisi, Irene sangat tersudut. Satu sisi, dia mempertaruhkan kehormatan dan wibawa pecatur profesional. Irene tidak boleh kalah.

Dia adalah pecatur profesional sejak kecil. Walau ilmu dan namanya tak setenar dan menjadi legenda seperti Judith Polgar, dia termasuk pecatur wanita terbaik di Indonesia.

Dalam posisi ini, jelas Dadang Subur alias Dewa Subur Nothing to lose, tak ada beban jika kalah. Sebaliknya, jika Irene kalah, publik akan menghujatnya. Bukan hanya itu, imbasnya akan menjalar ke induk olahraga catur Indonesia, Percasi.

Yang patut menjadi perhatian, tudingan Irene terhadap Dewa Kipas yang tidak menghargai sportivitas dan merusak nama pecatur Indonesia, kini menjadi bumerang.

Hal ini seolah berbalik menyerang Irene. Irene kini mendapat cap dari publik catur sebagai pengecut dan penakut. Padahal, sebagai olahragawan profesional, itu adalah pelajaran tingkat dasar.

Baca Juga:  Menanti Palu Artidjo Alkostar untuk Ahok
Terbaru, pihak Irene kembali mengiyakan untuk meladeni pertarungan dengan Dewa Kipas.

“Irene kembali mengontak manajemen saya. Intinya dia sudah bersedia. Alasannya tadi menolak bukan takut, tapi belum dapat dari instansinya,” Ralat Deddy

Sekadar informasi, Irene adalah pecatur wanita Indonesia sejak berusia belia. Tahun 2009 dia sudah menjadi Grand Master Wanita (WGM) di Indonesia.

Sebelumnya, akun Dadang Subur dengan nama Dewa Kipas menjadi viral di dunia catur internasional setelah kena blokir oleh Chess.com.

Penyebabnya, karena Dewa Kipas berhasil mengalahkan Master Internasional yang juga youtuber Catur, Levy Rozman dengan akun GothamChess dalam turnemen online.

Chess.com menduga akun Dewa Kipas melakukan kecurangan atau menggunakan komputer usai dapat laporan fans Levy Rozman. Dadang sudah menegaskan dia tidak melakukan kecurangan sedikitpun.

Memang akurasi ketepatan langkah milik Dadang Subur menjadi perhatian. Dia berhasil menang beruntun dengan akurasi yang nyaris sempurna.

Tim fairplay chess.com sudah berkesimpulan jika Dadang Subur melakukan kecurangan dengan menggunakan langkah komputer.

Dadang Subur atau Dewa Kipas juga berulangkali menegaskan dia adalah orang gagap teknologi. Langkah yang dia mainkan berdasar analis dan catatan yang dia pelajari setiap melawan pecatur kuat.

Dadang Subur sendiri mengaku pernah menjadi pemain catur di masa muda dan sering menjadi juara di daerah.

Memang, bagi pecinta catur, langkah Dadang Subur agak di luar logika. Keakuratan langkahnya seperti mesin.

Namun, bagi pecinta catur yang sering mengikuti permainan Grand Master Super Champion seperti Magnus Carlsen, Wesley So, Hikaru Nakamura, Ian Neponiachi, dan lainnya, hal itu cukup dimaklumi.

Bahkan hingga langkah ke 15, banyak partai yang masih mengulang langkah dari partai-partai lama. Hal ini juga bisa terlihat dalam permainan super mesin seperti Alphazero Vs Stockfish.

Kini publik akan menunggu partai bersejarah untuk dunia catur Indonesia, Senin 22 Maret 2021. Irene Kharisma Sukandar Vs Dewa Kipas. Memang Irene Kharisma Sukandar sangat berpeluang untuk menang.

Mampukah Dewa Kipas mengimbangi Irene Kharisma Sukandar?

Atau bahkan, Dadang Subur akan menggunakan Bongcloud opening menghadapi Irene? (riz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed