oleh

James Kojongian, Mundurlah Sebelum Dipecat…

-Editorial-894 kali dibaca

Kasus perselingkuhan yang melibatkan wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, James Kojongian, terus bergulir.

Teranyar, tenaga ahli Badan Kehormatan (BK) DPRD Sulut, Sofyan Yosadi memberi masukan agar James Kojongian diberhentikan dari lembaga tersebut.  

Baca: Petisi Desakan Mundur Semakin Deras, Bagaimana JAK?

Alasannya, James Kojongian telah melakukan pelanggaran sumpah janji jabatan dalam hal etika dan norma, sebagai wakil ketua sekaligus anggota DPRD.

Kini, publik menunggu keputusan dari Badan Kehormatan sebagai benteng terakhir rasa keadilan publik.

Namun, melihat komposisi penghuni BK, tak sulit menebak keputusan akhir dari lima penggawa DPRD tersebut.

Sandra Rondonuwu, Inggrid Sondakh, Nursiwin Dunggio, Ronald Sampel dan Alfian Bara. Ada tiga perempuan yang duduk di sana.

Dari sisi gender, desakan puluhan ormas perempuan di Sulawesi Utara plus dukungan dari publik nasional, sudah pasti akan jadi pertimbangan utama.

Tiga anggota DPRD perempuan dalam BK jelas akan melibatkan faktor emosi dalam profesionalitas.

Yang menarik, adalah kemungkinan dilema yang menghinggapi Inggrid Sondakh.

Selain wakil perempuan dan penerima aspirasi publik, dia juga bernaung dalam partai sama dengan James Kojongian, Partai Golkar.

Namun, melihat konstelasi dan faksi di tubuh partai Golkar Sulut beberapa tahun belakangan, rasanya sudah bisa menjawab langkah Inggrid.

Hal lain, pembelaan beberapa kader partai Golkar terhadap James Kojongian, jusru akan mendegradasi citra partai beringin di mata publik. Airlangga Hartarto tentunya punya penilaian sendiri.

Selanjutnya, jika usulan pemecatan dibawa ke paripurna, pasti tak ada partai yang ingin ‘bunuh diri’, dengan membelanya.

Faktor desakan publik, laporan masyarakat, pelanggaran etika, plus merusak citra yang melekat, sudah memenuhi semua unsur pendukung keabsahan rekomendasi.

Kasus tersebut secara tak langsung mencoreng DPRD, partai Golkar, Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara.

Belum lagi sengkarut dan implikasi kepada pihak terkait. Keluarga besar Kojongian-Paruntu, plus marga Sepang. Atau juga para wanita bernama Angel.

Baca Juga:  Thalia oh Thalia…

Bahkan ada satire jenaka yang beredar, tindakan James Kojongian merusak nama baik laki-laki.

“Gading Marten mengangkat harkat lelaki, James Kojongian justru merusaknya” begitu gerutu banyak lelaki.

James Kojongian, Mundurlah sebelum dipecat…

Itu jauh lebih elegan, meski agak terlambat. Mencontohlah sikap para pejabat publik di Jepang. Sudah tentu tak ada lagi kebanggaan dan kenyamanan bekerja dalam situasi seperti itu.

Mengambil sikap ksatria untuk mereduksi semua hal negatif yang terjadi. Mungkin itu bisa sedikit mendapat simpati publik. Sedikit.

Imbangi langkah sang istri, Michaela Paruntu yang menuai pujian, ikhlas memaafkan walau tersakiti. Ambil waktu untuk memperbaiki hubungan. Berliburlah bersama keluarga, istri dan anak.

Cukupkan dulu aktivitas politik terlebih menjadi wakil rakyat. Jauhi hingar bingar yang memperkeruh suasana.

Toh, manusia memiliki memori pendek. Pada akhirnya sebagian besar masyarakat akan melupakan hal itu.

Jika masalah internal selesai, keharmonisan keluarga terus terjalin, mungkin 2024 penilaian publik sudah berubah. (redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed