oleh

Liga Dihentikan, Langkah Cerdas PSSI Selamatkan Klub

-Berita, Bola-180 kali dibaca

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menghentikan aktivitas Kompetisi Liga I dan Liga 2 Indonesia.

Menghentikan Liga disepakat setelah dilakukan rapat Exco PSSI di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Keputusan ini menjadi kabar gembira bagi seluruh klub yang mengikuti Liga 1 dan Liga 2.

Sulut United sebagai salah satu klub peserta Liga 2 menanggapi keputusan ini sebagai langkah cerdas PSSI.

Manager Sulut United, Muhammad Ridho mengatakan ini merupakan keputusan terbaik PSSI dalam membantu Klub dan Liga 2.

“Dengan menghentikan liga maka lebih banyak waktu buat klub, untuk melakukan persiapan jelang kompetisi 2021,” ungkapnya.

Musim kompetisi 2020 menurut Ridho, banyak membawa dilema bagi peserta, sebab kompetisi seperti mati suri.

“Bagi Sulut United, musim lalu sangat menguras energi baik waktu dan biaya, tapi sukurlah kompetisi sudah berhenti,” ujar dia.

Dengan demikian, kini Sulut United mulai fokus untuk menghadapi liga 2021.

“Saatnya kami fokus untuk menghadapi musim baru. Klub akan membuat rencana yang terarah untuk musim 2021,” tutur dia.

Asisten Manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun mengapresiasi langkah induk olahraga sepakbola Indonesia ini, walaupun menurutnya ini terlambat.

“Kami senang mendengar keputusan untuk menghentikan Liga Indonesia, walaupun saya rasa ini keputusan yang harus terjadi 5 bulan lalu,” katanya di Jayapura.

Baca: Krisis Finansial, Persipura Jayapura Bubar?

Dia menyebut, sejak Indonesia dilanda pandemi Covid19 dan klub-klub yang berlaga susah mendapat ijin bertanding, seharusnya PSSI langsung mengambil kebijakan menghentikan Liga.

“Sudah seharusnya kompetisi berhenti, karena tidak lagi memungkinkan untuk berlanjut,” sebutnya.

Dia berharap, kedepan PSSI harus lebih fokus dalam mematangkan persiapan Liga musim 2021.

“Untuk menatap musim 2021, PSSI harus mematangkan persiapan dengan memprioritaskan perizinan,” sambung Madubun.

Menurutnya, sebelum liga mulai segala perizinan sudah harus beres, karena percuma bila liga mulai dan izin belum selesai.

“Prioritaskan dulu perijinan, percuma kalau liga berjalan dan izin tidak ada,” tambahnya.

Baca Juga:  KPU Simulasi Proses Pemilu di TPS

PSSI dan LBI juga harus intens berkomunikasi dengan klub-klub peserta liga, informasi harus selalu update sehingga perkembangan persiapan bisa sampai ke semua klub.

“PSSI harus selalu sampaikan kepada tim, supaya tidak ada terkesan mendadak dan akhirnya klub tidak memiliki waktu persiapan,” pungkasnya.

(*/oka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed