oleh

OJK: PT Esta Dana Langgar Aturan!

Temuan Bupati Boltim, Sehan Landjar soal dugaan PT Esta Dana Ventura, yang mengambil untung dalam penyaluran Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), membelalakkan mata publik.

Baca: Gila, Bantuan UMKM Jadi Ajang Bisnis Perusahaan Finance

Sebelumnya, dalam sebuah video yang masuk ke redaksi Newsantara.id, Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar mengaku mendapati hal mengejutkan. Hal ini terkait Bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (BUMKM) tersebut.

Landjar menemukan dugaan praktik curang oleh lembaga keuangan, PT Esta Dana Ventura.

“Nama-nama para penerima bantuan UMKM ternyata yang mengusulkan adalah sebuah finance, PT Esta Dana Ventura yang kantornya bersebelahan dengan Bank BRI di Kotabunan Boltim,” kata dia, Senin (21/12/2020).

Lanjut Landjar, nama-nama penerima bantuan UMKM sekitar 125 orang tersebut, sudah dipinjamkan uang sebesar Rp3,4 juta lebih dahulu oleh PT Esta Dana Ventura.

Dalam kenyataannya, mereka hanya menerima uang Rp2,7 Juta setelah potongan simpanan dan administrasi sebesar Rp700 ribu.

“Masyarakat kemudian harus mencicil ke pihak finance Rp250 ribu per minggu selama 25 minggu (6 bulan 1 minggu). Itu berarti mereka harus membayar sejumlah Rp6.250.000,” jelas dia.

Yang membuat Landjar berang, bantuan 2,4 juta untuk masyarakat, bahkan tak cukup untuk membayar bunga dari pinjaman tersebut.

“Bunganya sekitar 130 persen. Uang bantuan dari presiden sebagai stimulus ekonomi masyarakat, hanya untuk membayar utang. Mereka justru makin tersiksa,” geram Landjar.

Menurut Landjar, meski masyarakat tahu risiko yang akan terjadi, namun tak bisa menolak karena butuh dana cepat.

Dia menyayangkan, niat baik Presiden Joko Widodo justru tak tepat sasaran karena para pelaksana teknisnya, pihak kementerian Koperasi dan UKM. tak bisa mengejawantahkannya dengan baik.

Pihak Esta Dana dalam klarifikasi kepada Landjar menyebut, mereka tidak memaksa kepada masyarakat untuk menerima tambahan modal UMKM.  

Usai video tersebut viral, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki memberikan jawaban. Dalam rilis, Teten Masduki justru meminta Sehan Landjar mengklarifikasi pernyataannya.

Menurut Teten Masduki, pernyataan itu keliru karena tak sesuai kenyataan. Masduki menduga Landjar tak tahu prosedur sehingga berkesimpulan salah. 

Berikut tanggapan lengkap Masduki:

Tidak Benar Informasi yang Menyebut Bantuan Presiden di Boltim Disalahgunakan

Pernyataan Bupati Bolaang Mangondow Timur, Sehan Salim Landjar melalui video yang viral beberapa hari ini telah menimbulkan keresahan.

Tidak benar tudingan banwa KemenkopUKM tidak melibatkan pemerintah daerah dalam proses penyaluran.

Faktanya sejak awal BPUM bergulir, daerah sebagai lembaga pengusul. Mayoritas penerima bantuan yakni 44% dari 12 juta pelaku usaha mikro juga atas usulan Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia.

KemenkopUKM sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam program ini hanya sebagai verifikator.

Validasi data calon penerima dilakukan secara berlapis melalui Dukcapil Kemendagri, SIKP Kemenkeu, SLIK OJK, dan pengecekan Know Your Customer di bank penyalur (BRI, BNI, dan BNI Syariah).

Kementerian Koperasi dan UKM juga menjelaskan tata cara penyaluran BLT tersebut ada dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 6 Tahun 2020 Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). 

Pihak kementerian mengakui salah satu lembaga pengusul di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah PT Esta Dana Ventura.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman menegaskan, lembaga pengusul bertanggung jawab untuk melakukan verifikasi data calon penerima Banpres Produktif.  

Baca Juga:  Joko Widodo-Anies Baswedan Kembali Akrab

“Kemenkop hanya menangani aspek pemrosesan data awal mencegah kemungkinan terjadinya data ganda sebelum berlanjut ke verifikator dan validator,” jelasnya.  

PT Esta Dana Ventura melalui Direktur Utama, Rony Harianto menjelaskan, jika pihaknya mengusulkan nasabah yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan BPUM.

Usulan itu sesuai dengan hak Esta Dana Ventura sebagai lembaga berizin OJK No. KEP-8/D.05/2015 yang fokus pada pembiayaan usaha produktif serta sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Esta Dana Ventura selalu menerapkan prinsip good corporate governance dalam mengoprasikan bisnis termasuk layanan pembiayaan modal bagi UMKM,” katanya, Sabtu (26/12/2020).

“Sebagai lembaga pengusul, kami bertanggung jawab melakukan verifikasi ulang data calon penerima guna memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran,” terangnya.

Terkait pinjaman yang menjadi substansi persoalan, dia berkilah, menjadi hak mutlak nasabah untuk mengelola dana sesuai kebutuhan masing-masing.

“Esta Dana menawarkan pinjaman kepada para nasabah untuk memperbesar dana usaha. Nasabah akan mendapat pinjaman modal dari Esta Dana untuk kebutuhan usaha,” kata dia lagi.

Lanjut dia, Esta Dana Ventura berkomitmen memberikan tambahan modal kerja sebesar Rp500 ribu hingga 1,5 juta kepada nasabah yang membutuhkan.

“Per Desember 2020, kami telah menyalurkan tambahan modal kepada 335 UMKM di Kabupaten Boltim, 2.824 di Provinsi Sulawesi Utara, dan 36.380 UMKM secara nasional,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam pembiayaan, ada uang tanggung Jawab sebesar Rp200 ribu sampai dengan Rp700 ribu dengan bunga pembiayaan ventura berkisar 3-4% per bulan.

“Uang simpanan akan kembali seluruhnya kepada nasabah apabila semua kewajiban telah terselesaikan,’ tutupnya.

NAMUN, sebuah hal mencengangkan kembali muncul, ketika pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membantah jika PT Esta Dana Ventura, memenuhi syarat untuk melakukan pengusulan BPUM.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menegaskan, OJK sudah menyurat kepada Direksi PT Esta Dana Ventura bernomor S-2692/NB.221/2020 tanggal 16 November 2020.

Dalam surat itu menyebutkan, PT Esta Dana Ventura sebagai perusahaan modal ventura TIDAK TERMASUK sebagai salah satu pengusul BPUM.

Lanjut dia, OJK meminta pengawas ventura untuk menjatuhkan sanksi kepada PT Esta Dana Ventura.

“PT Esta Dana Ventura melanggar aturan tersebut. Kami meminta pengawas untuk klarifikasi dan mengenakan sanksi kepada PT Esta Dana Ventura. Kami meminta mereka melakukan pengembalian dana nasabah,” kata Anto Prabowo, Minggu (27/12/2020).

Dalam konferensi pers virtual, Senin (28/12/2020), Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meminta maaf karena kegaduhan masalah ini. Bupati Boltim, Sehan Landjar juga melakukan hal sama.

Baca: Penerima Bantuan Keluhkan Potongan, Kacab BRI: Cuma Rp50 Ribu!

Akhir Agustus, Presiden Joko Widodo meluncurkan program Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta untuk bantuan UMKM, Senin (24/8/2020). 

Bantuan modal ini bersifat hibah, bukan pinjaman. Dana bantuan modal tersebut sudah berada di pihak Perbankan dan akan mentransfer langsung ke rekening penerima. (kay/riz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar