oleh

10 Kue Basah Tradisional Khas Manado

-Manadopedia-9.957 kali dibaca

Berkunjung ke Manado, tak lengkap rasanya jika tak mencicipi kue tradisional dengan rasa khas lokal.

Baca: Klappertaart, Kue Kelapa Manado yang Mendunia

Mungkin kue sejenis ada di daerah lain. Namun setiap daerah memiliki adonan dan bumbu masing- masing sehingga membuat citarasa satu sama lain tak sama.

Berikut Newsantara.id merangkum 10 kue basah khas Manado.
  • Lalampa

Dari tampilannya, sekilas kita bisa menyamakan kue lalampa dengan lemper di berbagai daerah.

Tapi, lalampa menjadi khas Manado karena isi di dalam kue ini adalah abon ikan cakalang dengan citarasa agak pedas. 

Kudapan ini dibuat dari beras ketan dan membungkus dengan daun pisang. Cara mematangkannya adalah membakarnya di atas bara kecil.

  • Nasi Jaha

Nama sebenarnya dari kue ini adalah Nasi Jahe, yang merupakan salah satu bumbu dalam kue tersebut.

Masyarakat lokal lebih sering menyebutnya dengan Nasi Jaha atau malah lebih populer menjadi Nasi Ja.

Nasi Jaha berasal dari beras ketan yang bercampur santan dan jahe kemudian memasukkannya di bambu.

Bambu ini nantinya akan mengalami pembakaran hingga nasi di dalamnya masak. Kue ini sangat identik ketika daerah di Sulawesi Utara menggelar perayaan pengucapan syukur.

  • Cucur

Cucur juga bisa ada di berbagai daerah di Indonesia.

Namun kue cucur khas Manado agak berbeda karena mempunyai citarasa kayu manis di dalamnya.

Berbahan dasar tepung beras dan terigu bercampur gula merah, kue cucur ini menjadi santapan lezat berteman dengan kopi atau teh.

  • Apang Coe

Penganan ini juga memiliki kemiripan dengan sejumlah kue tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Apang Coe memiliki rasa legit dengan bentuk merekah dengan aroma daun pandan yang khas. Kue ini memiliki citarasa dengan manis gula merah dan gurih santan kelapa.

  • Kolombeng

Kolombeng ada juga di daerah lain di Indonesia. Namun, kue ini menjadi resep tradisional di Manado sejak zaman dahulu. Bahan dasar kue ini adalah tepung terigu, gula dan telur.

  • Binyolos
Baca Juga:  Waruga, Sarkofagus Historis di Utara Minahasa   

Binyolos ini berbahan utama singkong dan ubi jalar. Dengan campuran tepung dan gula merah membuat kue ini begitu lezat ketika pecah di lidah.

  • Bobengka

Jika Binyolos mempunyai citarasa singkong dan ubi jalar, kue bobengka memiliki citarasa kelapa yang sangat kuat.

Warna Kue ini berwarna agak gelap karena gula merah yang bercampur di adonan tepung, telur dan santan. Kue ini juga memberi sensasi luar biasa ketika masuk ke dalam mulut.

  • Koyabu

Koyabu berbahan dasar beras ketan yang bercampur dengan parutan kelapa. Bagian tengah kue ini ada gula merah yang menambah kenikmatan ketika mencicipi kue ini.

  • Brudel

Kue Brudel masuk dalam golongan roti karena menggunakan ragi sebagai pengembang.

Brudel, ada juga yang menyebutnya Bluder, adalah campuran tepung, gula dan telur.

Cara mematangkan Brudel ada dua macam yakni memanggang atau mengukus.

  • Biapong

Biapong mirip dengan kue Bapao asal Tiongkok. Isinya bisa sesuai selera.

Yang paling kesohor adalah Biapong Manado yang berisi daging Babi, atau lebih populer dengan nama Biapong Ba.

Namun bagi yang beragama muslim, bisa juga menikmati kelezatan Biapong Manado yang berisi unti (kelapa bercampur gula merah) atau temo (kacang hijau).


Penulis: Rizka Alvira

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 komentar

News Feed