oleh

Keren, Tohir Sulap BRI, PNM dan Pegadaian Jadi Satu

Pemerintah berencana melakukan sinergitas platform 3 perusahaan besar milik BUMN dalam waktu dekat. 3 perusahaan BUMN itu adalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT BRI (Persero), dan PT Pegadaian (Persero).

Baca: Merah Putih yang Terganti Merah Muda

Peleburan ketiga BUMN ini guna akses pendanaan PNM ke depan lebih mudah.

“Kami ingin sinergitas PNM dan pegadaian ke BRI,” kata Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta (30/11/2020).

Erick tidak menjelaskan detail model sinergitas ketiga BUMN ini, baik skema dan bentuk sinergitas.

Di depan Anggota DPR RI, Erick menyebut bahwa dalam mencari pendanaan, PNM sering mendapat bunga yang mahal.

“Kasihan PNM ketika mereka mendapat pendanaan, bunganya besar, bisa mencapai 9 persen,” terang Tohir.

Di sisi lain, Erick menjelaskan BRI tak perlu mengeluarkan biaya mahal ketika mencari pendanaan.

Pemberian Bunga ketika mencari pendanaan kata Erick hanya sekitar 3 persen.

“Model bisnis PNM sangat bagus sekali, tapi sayang bunga pendanaan sangat tinggi, kalau menjadi satu pasti lebih hemat,” bebernya lagi.

Selain itu, Erick juga pernah menyebut akan membubarkan 14 perusahaan BUMN melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA.

Selain itu, Pemerintah juga akan mengelola 19 perusahaan pelat merah melalui PT PPA. Ini sesuai dengan rencana Perampingan BUMN.

“Likuidasi ini dalam rangka perampingan BUMN yang saat ini sangat banyak,” tambah Erick.

Lebih jauh Erick menjelaskan, pembubaran BUMN akan melalui kajian matang terhadap BUMN yang sakit.

Terkait regulasi, Erick memastikan akan ada peraturan baru yang mengatur wewenang likuidasi tersebut.

Pasalnya, saat ini Kementerian BUMN pimpinan Erick Tohir tidak memiliki kapasitas untuk membubarkan BUMN, meskipun itu perusahaan milik negara.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut dari 108 perusahaan BUMN yang ada sebanyak 41 akan tetap berjalan.

“Ya benar, dari 108 perusahaan yang ada saat ini, 41 tetap mandiri dan 34 akan masuk peleburan,” terang Sinulinngga.

Baca Juga:  Virtual Police Mulai Tindak Pengunggah Konten Negatif di Medsos

Peleburan ini juga berlaku bagi perusahaan hotel pelat merah. Hingga kini sudah ada 106 hotel yang akan dileburkan.

Menurut Dirut PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswandi Said, masing-masing hotel memiliki standar dan karakteristik yang beragam dari segi pengelolaan pelayanan.

“Sebelum peleburan, BUMN harus lakukan kajian yang matang karena setiap hotel tidak sama,” ujar dia.

(*/ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed