oleh

Bawaslu Minut Lantik Ratusan Pengawas TPS, Ini Tugas Mereka

Ratusan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se Kabupaten Minahasa Utara dilantik secara serentak, Senin (16/11/2020).

Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy menyebut, proses pelantikan diserahkan kepada masing-masing Panwaslu Kecamatan.

“Proses pelantikan dilakukan oleh masing-masing kecamatan,” katanya.

Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menerapkan protokol kesehatan Covid19, karena tidak bisa mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak.

“Pelantikan dipisah karena menjaga protokol kesehatan dan menghindari pengumpulan orang dengan jumlah yang banyak,” tambahnya.

Pengawas TPS adalah barisan terdepan dalam pengawasan pelaksanaan proses pemungutan dan perhitungan suara di TPS.

Tugas Pengawas TPS sangatlah penting, karena itu setiap Pengawas TPS harus memiliki kemampuan lebih yang berkaitan dengan pelaksanaan pilkada.

Setelah dilantik, apa sih tugas mereka?

Tugas dari Pengawas TPS telah diatur dalam Pasal 114 UU nomor 7 tahun 2017, tentang Pemilu.

Dalam pasal ini disebutkan, mengawasi persiapan pemungutan dan perhitungan suara. Juga mengawasi pergerakan hasil perhitungan suara di TPS ke PPS.

Pada Pasal 115, Pengawas TPS berwenang menyampaikan keberatan dalam hal ditemukan dugaan kesalahan, pelanggaran dan/atau penyimpangan adminstrasi pemungutan dan perhitungan suara.

Baca juga:  Manado Diterjang Banjir dan Tanah Longsor, 3 Tewas

Pengawas TPS juga berwenang menerima salinan berita acara, dan sertifikat pemungutan dan perhitungan suara.

Pengawas TPS juga melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-udangan.

Sedangkan pada Pasal 116 mengatur apa yang menjadi kewajiban seorang Pengawas TPS.

Disini dikatakan Pengawas TPS berkewajiban menyampaikan laporan hasil pengawasan pemungutan dan perhitungan suara ke Panwaslu Kelurahan/Desa.

Pengawas TPS juga berkewajiban menyampaikan hasil pengawasan kepada Panwaslu Kecamtana melalui Panwaslu Kelurahan/Desa.

Pada pasal-pasal diatas menyimpulkan bahwa Pengawas TPS memiliki dua tugas utama, yaitu memastikan seluruh proses pemungutan dan perhitungan suara, berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

Pengawas TPS harus memastikan surat pemberitahuan pemilih (form C6), yang dibawa pemilih ke TPS sesuai data dalam DPT.

Lalu, Pengawas TPS harus memastikan tidak ada lagi data yang berbeda terutama terkait hasil Pilkada.

Diketahui, pengawas TPS dibentuk 23 hari sebelum hari pencoblosan, dan harus dibubarkan tujuh hari setelah pencoblosan.(oka)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed