oleh

Apaan Sih? Kok Namanya Partai UKM

Jelang Pemilu 2024, puluhan orang melakukan deklarasi pendirian Partai politik baru, partai ini bernama Partai UKM (Usaha Kecil Menengah).

Pendiri ini datang dari berbagai kalangan diantaranya Pengusaha, Aktivis LSM, Aktivis Perempuan, Pemuda hingga Relawan Politik, hingga jurnalis.

Partai yang resmi berdiri 10 November 2020 dipimpin Ketua Umum Bustan Pinrang, Sekretaris Jenderal Syafrudin Budiman dan Bendahara Umum Nurjannah.

Kok namanya UKM?. Sesuai dengan namanya, Partai UKM terbentuk untuk memperjuangkan pengusaha kalangan kecil dan menengah.

Ketum Bustan Pinrang menyebut, Partai UKM didirikan untuk memperjuangkan aspirasi kalangan Koperasi, UMKM, Industri Kecil Menengah.

“Partai ini merupakan partai nasionalis dan berbasis ekonomi kerakyatan. Kami akan perjuangkan aspirasi usaha kecil dan koperasi,” ujarnya.

Partai ini juga mendorong pengembangan UMKM dan koperasi, untuk terus bekembang dan maju kedepan.

Kedepan, Partai UKM akan mendorong pemerintah untuk mempeluas lapangan pekerjaan, penyediakan jasa pembiayaan skala mikro.

“Kami akan mendorong pemerintah untuk bisa lebih melihat masyarakat kecil, juga pengusaha dilevel usaha kecil dan mikro,” kata Bustan.

Berikut nama-nama pendiri partai UKM :

  1. Bustan Pinrang (Pengusaha/Pelaku Koperasi dan UKM)
  2. Syafrudin Budiman (Konsultan Media)
  3. Nurjannah (Pelaku UKM)
  4. Andi Salmiah (Pengusaha/Dirut PT. PAM)
  5. Abd Rahman (Pengacara/Relawan Politik)
  6. Dilla Damayanti (Aktivis Perempuan)
  7. Rosmida Nasution (Pengusaha)
  8. Diah Warih Anjari (Pengusaha/Aktivis Perempuan)
  9. Husin Jamahir (Pengusaha)
  10. Rahmat Hidayat (Jurnalis)
  11. Muliansyah Abdurrahman (Jurnalis)
  12. Elvis Charles Lahallo (Jurnalis)
  13. Agus Meni (Relawan Politik)
  14. Yasmidi (Aktivis LSM)
  15. Peratikno Rizky (Pengusaha/Konsultan Hukum Kelautan)
  16. Andhika Laksana (Pengusaha)
  17. Suwarso (Pelaku UKM)
  18. Nur Amin (Pelaku UKM)
  19. Jeannie Mulyani (Relawan Politik)
  20. Aisyah Miraza (Pedagang Pasar)
  21. Nur Sarwi (Pedagang Pasar)
  22. Eliya Nur Hidayati (Pedagang Pasar)
  23. Rudi Sinaga (Relawan Politik)
  24. Meika Ardhianto (Jurnalis)
  25. Muhri (Jurnalis)
  26. Bekti Kustini (Pedagang Pasar)
  27. Muhajir (Tenaga Medis/Pengusaha)
  28. Tri Nurhayat (Aktivis LSM)
  29. Asep Andi (Relawan Politik)
  30. Fauzi (Pengacara)
  31. Wijaya Kusnaryanto (Jurnalis Senior)
  32. Sandra Devy (Notaris)
  33. Mustamin (Pelaku UKM)
  34. Greta Katoppo (Aktivis Perempuan)
  35. Ahmad Anas Arifin (Musisi)
  36. Agus Suryadi (Jurnalis)
  37. Darwis (Pelaku UKM)
  38. Bambang Jatnika (Tokoh Pemuda)
  39. Sudikman (Guru)
  40. Abdullah Amas (Aktivis Pemuda)
  41. Anas Toha (Pengusaha)
  42. Jalaluddin (Jurnalis)
  43. Africo (Seniman)
  44. Rouf Qusa’iri (Aktivis Pemuda)
  45. Usra Waliulung (Aktivis Pemuda)
  46. Nurhayati (Pelaku UKM)
  47. Ningsih (Aktivis Perempuan/Pelaku UMKM)
  48. M. Safiih (Pedagang Pasar)
  49. Ismail (Pelaku UKM)
  50. Yunita Veronica (Penggiat UMKM)
  51. Nur Ali (Pelaku UKM)
  52. Siti Hardiyanti (Pelaku UKM)
  53. Amirudin (Pelaku UKM)
  54. H. Darwin (Pelaku UKM)
  55. Hamsah (Pelaku UKM)
  56. Muharrir (Pelaku UMKM)
  57. Saifudin Zuhri (Perbankan)
  58. Suparto (Akademisi)
  59. Andi Bahar Asmar (Pengusaha)
  60. Yakub (Jurnalis Senior/Ketua Umum IMO).
  61. Nur Asiyah Ika Ningsih (Tenaga Pendidikan)
Baca juga:  Cap Tikus 1978 Laris Manis di Jakarta

(ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed