oleh

Bakamla Ajak Nelayan Utamakan Keselamatan

Bakamla Zona Maritim Tengah (ZMTh) kembali berbaur dengan nelayan di Desa Serei, Kecamatan Likupang Barat, Minahasa Utara.

Bersama nelayan, Bakamla mengadakan sosialisasi untuk mengantisipasi dan mencegah dampak kerugian materi dan korban jiwa, akibat cuaca extreme.

Faktor keselamatan nelayan saat berlayar, harus diperhatikan teritama bagi para pengguna laut khususnya nelayan.

Kegiatan yang dikemas secara apik ini diikuti oleh sedikitnya 50 nelayan, yang bermukim disekitar Pangkalan Armada Kapal Patroli Serei.

Kasubbid Hukum Bakamla ZMTh, Letkol Decky Ticoalu, mengingatkan nelayan untuk selalu menjadikan faktor keselamatan nomor satu.

Sebelum melaut, nelayan harus melakukan pengecekan terhadap kelayakan perahu dan peralatan yang digunakan.

“Pastikan semua peralatan lengkap dan perahu yang digunakan dalam kondisi siap,” kata Ticoalu.

Sebut Ticoalu, kelengkapan peralatan mulai dari life jacket, ring boy, dan alat komunikasi harus tersedia.

Lalu, surat dokumen seperti Surat Izin Penangkapan Ikan (Sipi), Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (Sikpi), Surat Laik Operasi (SLO) dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), harus tersedia.

Ditambahkannya, kelengkapan alat keselamatan harus menjadi prioritas utama saat melaut.

Baca juga:  Ini Hasil Lengkap Pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2017

“Saat cuaca extreme bisa datang kapan saja. Oleh karena itu peralatan keselamatan seperti pelampung harus ada,” tambahnya.

Nelayan juga diajak untuk mempraktekkan secara langsung cara penggunaan pelampung bagi nelayan.

Sejumlah Bintara Bakamla turut memeriksa kondisi perahu milik nelayan. Pengecekan ini meliputi cara penyimpanan alat keselamatan diri yang tepat.

“Penyimpanan alat keselamatan sangat penting, terutama letak penyimpanan supaya mudah diakses saat dibutuhkan dalam situasi darurat,” tambah Ticoalu.

Nelayan juga diajarkan tata cara komunikasi menggunakan perangkat radio, dalam situasi darurat dan berbahaya.

Pemeriksaan kapal nelayan juga dilakukan sampai ke ruang mesin. Kelengkapan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) wajib ada disetap kapal nelayan.

Sementara itu, Kepala ZMTh Leonidas Braksan menjelaskan, kegiatan seperti ini harus terus dilakukan sehingga masyarakat sadar akan keselamatan.

“Bakamla juga punya peran mengedukasi nelayan dalam mengutamakan keselamatan diri saat melakukan aktivitas di laut,” ujarnya.

Braksan berpesan, nelayan yang melaut agar selalu terapkan prinsip, bahwa keamanan dan keselamatan diri adalah kebutuhan utama dalam melakukan aktivitas di laut.(ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed