oleh

Ketum PDIP : Hasil Survey Jangan Dipercaya

Lembaga-lembaga survei di Indonesia telah merilis hasil survei mereka terhadap calon kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara.

Beberapa lembaga survei bahkan memberikan presentase angka kemenangan sangat jauh calon tertentu dari calon lain.

Umumnya presentase kemenangan ini diberikan kepada calon kepada daerah yang memakai jasa mereka.

Untuk survei di Sulawesi Utara, calon dari PDIP Perjuangan memiliki elektabilitas tertinggi yang diberikan oleh beberapa lembaga survei.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyebut, hasil survei tidak menjamin kandidat menjadi pemenang Pilkada.

“Saya lihat, banyak survei yang kurang objektif. Karena bisa saja survei ini dibayar,” kata Megawati di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurutnya, untuk menang Pilkada, calon kepala daerah harus bekerja keras tidak hanya menunggu hasil survei.

“Hasil survei tidak menjadi pegangan PDIP, karena banyak hasil survei yang kurang objektif karena dibayar,” tegas Ketua Umum PDIP ini.

Diketahui, untuk Calon Gubernur Sulawesi Utara, Lembaga Survei Indonesia (LSI) telah melakukan survei mereka dan membeberkan hasilnya.

Baca juga:  Tetap Tagih Retribusi, PD Pasar Abaikan Instruksi Walikota

Pada survei bulan September 2020, Pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandouw memiliki elektabilitas sebesar 68,1 persen.

Hasil ini jauh diatas pasangan Christiany Paruntu-Sehan Landjar dengan 16,9 persen dan Vonny Panambunan-Hendry Runtuwene 7,2 persen.

Hasil ini juga dilakukan beberapa lembaga survei terhadap calon Walikota Manado.

Lembaga Survei Indonesia Observer Survey and Consulting, memberikan presentase tertinggi bagi pasangan Andrei Angouw-Richard Sualang dengan 38,5 persen.

Disusul, Mor Bastian-Hanny Pajouw 25,9 persen, dan Paula Runtuwene-Harley Mangindaan 18,2 persen dan pasangan Sonya Kembuan-Syarifudin Saafa, 6,1 persen.

Menanggapi hasil survei, Pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Fathur Ridho menyebut angka-angka itu hanyalah nilai.

Namun kerja keras dalam mendapat simpati warga yang harus dilakukan, bila calon ingin menang.

“Hasil survei hanyalah angka, dan tidak menjamin kemenangan. Kalau ingin menang harus kerja keras,” tuturnya.

Ridho menambahkan, masih ada waktu kurang dari sebulan untuk setiap calon bekerja maksimal.

“Masih ada waktu kepada semua calon untuk bergerak. Inilah saat genting untuk meraih dukungan sebelum hari pencoblosan,” pungkasnya.(ath)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed