Pahlawan Nasional Asal Sulut

Sejumlah putra-putri asal Sulawesi Utara mendapat gelar pahlawan nasional Indonesia. Hingga tahun 2020, ada sepuluh putra terbaik asal Sulut yang mendapat gelar pahlawan nasional oleh pemerintah RI.

Gelar itu diberikan atas jasa terlibat dalam perjuangan Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Siapa saja Pahlawan Nasional Asal Sulut?

 

Sam Ratulangi 

Sam, nama panggilannnya  dilahirkan 5 November 1890 di Desa Tounkuramber, Kabupaten Minahasa, bernama lengkap nama Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi.

Dia terkenal dengan filsafat ‘Si Tou Timou Tumou Tou’ manusia hidup memanusiakan manusia lain. Sam adalah anak ketiga dari Yozias Ratulangi dan Agustius Gerungan.

Saat di Belanda, Sam yang pernah menjadi ketua Indische Vereniging (1913-1915)  juga sudah menggunakan ‘Indonesia’ dalam sejumlah tulisan dan pidatonya.

“Marilah kita di Holland ini bersatu untuk menghadapi kewajiban kita di Indonesia kelak, marilah kita bersatu…,” begitu pidato Sam yang membakar semangat para pelajar Indonesia di Belanda.

Ketika menjabati ketua perhimpunan mahasiswa Asia di Eropa, Dia selalu mensosialisasikan kata Indonesia dalam forum resmi.

Saat itu, satu anggota perhimpunan adalah pandit Jawaharlal Nehru yang kelak menjadi perdana menteri pertama India.

Ratulangi mendapat gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional Berdasarkan SK Presiden RI No.590 tahun 1961 tanggal 5 November 1961 oleh Pemerintah RI. tahun 2017, wajah Sam juga abadi dalam pecahan uang Rupiah Rp 20 ribu.

Baca selengkapnya: Sam Ratulangi, Doktor Matematika Pemberi Nama ‘Indonesia’

Pahlawan Nasional Asal Sulut

Arie Lasut 

Arie Frederik Lasut lahir pada tanggal 6 Juli 1918 di Kapataran, Lembean Timur Kabupaten Minahasa.

Dia merupakan ahli dalam pertambangan dan geologi. Keahliannya tersebut membuatnya menjadi rebutan Belanda dan Jepang.

Lasut bersama-sama dengan rekannya di Chisitsu Chosasho yaitu R. Sunu Sumosusastro, Raden Ali Tirtosuwiryo dan Sjamsu M. Bahrum.

Pada tanggal 28 September 1945 mereka memimpin pengambil alihan Jawatan Geologi tersebut dari pihak Jepang secara damai.

Baca Juga:  Menyelisik Kampung Jaton Peninggalan Kiai Modjo

Setelah penyerahan oleh pihak Jepang, kantor jawatan tersebut namanya berubah menjadi Pusat Jawatan Tambang dan Geologi.

A. F. Lasut mendapat gelar Pahlawan Pembela Kemerdekaan pada tanggal 20 Mei 1969, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 012/TK/TAHUN 1969.

Baca Selengkapnya: Arie Lasut, Ahli Geologi Rebutan Jepang dan Belanda

Pahlawan Nasional Asal Sulut

Maria Walanda Maramis 

Maria Josephine Catherine Maramis, lebih familiar dengan Maria Walanda Maramis. Nama Walanda bertambah usai dia menikah dengan Joseph Frederick Caselung Walanda, guru bahasa pada tahun 1890.

Dia lahir pada tanggal 1 Desember 1872, dari pasangan Maramis dan Sarah Rotinsulu. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Maramis adalah pendiri Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunannya (PIKAT), tanggal 8 Juli 1917.  Maria Walanda Maramis mendapat gelar Pahlawan Pergerakan Nasional tanggal 20 Mei 1969. (Baca halaman berikut)

Baca selengkapnya: Maria Maramis, Pendiri PIKAT yang Angkat Harkat Wanita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar