oleh

Denny Zulfikar Siregar Kena Batunya

Pegiat media sosial Denny Zulfikar Siregar kembali berulah kontroversial. Usai memantik konfrontasi dengan Partai Demokrat, kini kegatalan jempolnya membuat pihak keluarga besar santri meradang.

Baca juga: Masyarakat Geram, Denny Siregar dan Ferdian Paleka Girang

Ihwalnya, para santri cilik dikonotasikan dengan calon teroris. Narasi tendensius tersebut diposting di akun media sosialnya pada 27 Juni 2020.

Namun kini postingannya sudah menghilang. Forum Mujahid Tasikmalaya sudah melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Denny Zulfikar Siregar, bukan kali ini saja dilaporkan ke pihak kepolisian terkait postingannya yang bikin merah telinga.

Berulang kali dia dipolisikan, namun sebanyak itu juga dia lolos dari jeratan hukum.

Denny Siregar yang namanya sering disingkat sebagai Desi, bahkan dituding sebagai buzzer spesialis pembela pemerintah.

Jika diperhatikan, postingannya memang selalu menyerang para pengritik pemerintah.

Sejak masa kampanye Pilpres, Denny banyak mengerdilkan kubu Prabowo, Gerindra, PKS, PA 212 dan semua yang berkaitan.

Sebaliknya, jika kebijakan pemerintah dikritik, Denny maju terdepan membela pemerintah. Masih dalam konteks kewajaran, meski debatable.

Sebenarnya bagi yang mafhum, mengingatkan soal potensi terorisme itu adalah hal yang bagus.

Namun, ketika sudah men-generalisasi semua santri dengan bahasa tendensius dan aroma dendam, jelas menjadi hal yang salah.

Memang, jika melihat lebih jauh, sejak Pilkada DKI Jakarta 2017.

Usai jagoannya, Basuki Tjahaya Purnama kalah, sangat terasa tulisannya tendensius dan beraroma dendam.

Sejak itu, dua orang yang sering menjadi subjek bullyannya adalah Anies Baswedan dan Rizieq Shihab.

Yang menarik, ketika kasusnya mulai ramai diperbincangkan. Denny Zulfikar Siregar tampil dengan serangan balik.

Dia menyerang Telkomsel soal data dirinya yang tersebar. Telkomsel lalu memberikan jawaban dengan menyertakan ISO 27001 tentang keamanan data informasi.  

Lantas, akankah kasus ini akan berproses?

Kasus ini jelas mengingatkan publik akan kasus penistaan agama milik Basuki Tjahaya Purnama. Meski agak politis, nyatanya Ahok akhirnya harus meringkuk dalam tahanan Mako Brimob.

Baca Juga:  Benang Merah Somad-Sari Agung-Kerusuhan Papua

Belum cukup? Silakan pelajari kasus Ahmad Dhani Prasetya, musisi yang menjadi politisi dadakan. Dhani juga harus meringkuk di balik terali besi hanya karena kata ‘Idiot’ dan ‘Diludahi Mukanya’.

Pun dengan Denny, harus diakui kali ini dia terpeleset. Foto dan narasinya sangat jelas menuding para santri cilik sebagai calon teroris.

Agak sulit kali ini dia berkelit seperti yang sudah-sudah. Kali ini begitu gamblang dan autentik.

Berikutnya, banyak pihak yang terus berharap Denny tergelincir.

Seejumah pihak yang pernah diserang dengan cuitannya yang tendensius dan menghina, kini akan bersatu dan ‘keroyokan’. Mereka jelas akan mengawal kasus hukum ini.

Apakah dia tidak akan dibela? Jelas banyak pihak yang akan membela. Bisa saja kasus ini akan dikesampingkan, berdalih dengan sejumlah alasan.

Jalan tengah? Jika semua pihak berbesar hati, Denny bisa saja tulus dan ikhlas meminta maaf dengan pernyataan bermaterai.

Tapi hal ini tentunya harus membuka hati sejumlah pihak yang pernah terluka, terlebih pihak yang melaporkan dan keluarga anak-anak di foto tersebut.

Kini, biarlah pihak kepolisian dengan profesional menjalankan tugas dan fungsinya. Publik jelas akan menunggu hasilnya. Adil dan transparan.

Hikmah yang bisa diambil dari kasus ini, selalu berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial.

Penulis: Rizka Alvira

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed