oleh

Sok Jago di Jalan? Siap-siap Berhadapan dengan Tim Maleo

Belum genap sebulan dilantik sebagai Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Royke Lumowa, segera membentuk tim khusus dengan nama Tim Maleo untuk memberantas penjahat jalanan.

Baca: Tak Takut Corona, 35 Orang Ditangkap Saat Judi Sabung Ayam

Tim yang beranggotakan 50 personel polisi terlatih dari Reskrim dan Samapta, akan dibagi dalam dua kelompok kecil.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol Yandri Irsan, menyebut tim maleo ini segera dibentuk untuk menjawab keluhan masyarakat.

“Sudah banyak laporan yang masuk dari masyarakat tentang banyaknya kejahatan yang terjadi di jalan raya, dan itu direspon cepat oleh Pak Kapolda,” kata Yandri saat melakukan seleksi personel di Polda Sulut, Senin (24/2/2020).

Yandri menambahkan, tim yang dibentuk akan diberi nama tim Maleo, yang ditugaskan khusus untuk memberantas kejahatan jalanan (street crime).



“Pak Kapolda berharap dalam dua hari ke depan, tim Maleo sudah terbentuk. Sehingga bisa langsung diturunkan untuk menindak penjahat jalanan,” tambahnya.

Lebih jauh Dirreskrimsus mengatakan, tugas utama tim Maleo ialah melakukan pencegahan dan penindakan kekerasan saat bertugas dilapangan.

“Karena tugas yang akan dihadapi penuh resiko, setiap personel tim Maleo harus memiliki kemampuan lebih, seperti bela diri dan menembak. Sehingga segala bentuk kejahatan di jalanan bisa diatasi,” tutupnya.



Kapolda Sulut Irjen Royke Lumowa menyebut, segala kejahatan yang terjadi baik di jalanan atau bukan, sebagian besar berawal dari mengkonsumsi alkohol.

Peredaran minuman keras (alkohol) harus lebih diperketat lagi, mulai dari produksi hingga izin penjualannya. Dan masyarakat jangan lagi mengkonsumsi alkohol dan mengganggu ketertiban umum,” kata Kapolda.

Untuk memberantas peredaran alkohol, Kapolda memberi peringatan kepada semua personel kepolisian di Sulut untuk tidak mengonsumsi miras.

Jangan ada lagi anggota Polda Sulut yang mabuk-mabukan.  Apabila kedapatan mabuk maka akan saya tindak dengan tegas. Kita harus memberi contoh yang baik, tegasnya.

Baca Juga:  Minahasa Utara Butuh Sosok Joune Ganda, Mengapa?

Sejak awal tahun 2020 saja, Polda Sulut sudah dihadapkan dengan berbagai kasus pembunuhan yang berawal dari mengkonsumsi miras.

Sedikitnya dalam jangka waktu dua bulan (Januari-Februari) saja, sudah terjadi belasan kasus pembunuhan di Sulawesi Utara.

Penulis : Emmanuel Athlon



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed