oleh

Gua Jepang Kiawa yang Tinggal Kenangan

-Manadopedia-1.123 kali dibaca

Sulawesi Utara merupakan daerah yang pernah diduduki tiga bangsa asing, yakni Spanyol, Belanda dan Jepang.

Banyak peninggalan bersejarah yang menjadi bukti autentik terkait zaman kolonialisme tersebut.

Salah satunya adalah gua peninggalan Jepang yang berada di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.

Gua Kiawa ini merupakan tempat penyimpanan makanan dan gudang persenjataan saat masa pendudukan Jepang periode 1942-1945.

Baca: Bukit Kasih, Objek Wisata Simbol Toleransi Sulwesi Utara

Ada beberapa lubang di bawah perbukitan Kiawa tersebut. Gua ini memiliki beberapa pintu serta saling terkait satu lubang dengan lainnya.

Sejak lama, gua ini menjadi objek wisata yang menarik bagi para wisatawan. Mereka bisa masuk sekadar untuk mengambil gambar.

Bagian depan gua hanya ditutupi pagar bambu buatan masyarakat sekitar. Puluhan tahun lalu, warga sekitar masih menawarkan jasa untuk menemani wisatawan dengan menggunakan obor penerangan masuk ke dalam.

Sambil menemani wisatawan, masyarakat juga membagikan kisah pembuatan dan kisah mistis dalam gua, sesuai cerita turun temurun.

Dari informasi, pengerjaan gua ini sekitar tahun 1943 dan selesai setahun kemudian, tahun 1944.

Para pekerja berasal dari masyarakat sekitar gua yakni suku Minahasa.

Gua kiawa ini memang terlihat begitu multifungsi, sesuai dengan lokasinya. Di bawah gua ini ada lembah dengan sungai yang menjadi tempat strategis dan optimal untuk sebuah benteng.

Selain menyimpan bahan logistik makanan, gua ini menjadi gudang  bahan bakar dan persenjataan lengkap dengan amunisi. Di setiap pertemuan lorong gua, dijaga oleh sekelompok pasukan Jepang.

Jika melihat letak gua, tempat ini benar-benar strategis. Letak gua tersebut berada tepat di belokan.

Dari posisi ini, kendaraan yang datang 2 km sebelum gua dari sudah bisa terlihat. Begitu juga dari sisi lainnya, dari gua bisa melihat objek yang datang jauh sebelum mendekat ke arah gua.

Dari atas perbukitan, tentu saja makin luas area yang bisa terlihat. Area lembah di bawah gua makin mengesankan gua ini menjadi letak yang sempurna untuk tempat persembunyian.

Baca Juga:  Maria Maramis, Pendiri PIKAT yang Angkat Harkat Wanita

Pasukan Jepang mulai meninggalkan gua ini ketika negaranya menyerah pada tentara Sekutu pada Agustus 1945. Ini menyusul ledakan mematikan bom atom di dua kota utama Jepang yakni Hiroshima dan Nagasaki.

Sayang, akibat kurang perhatiannya pemerintah gua ini terkesan terbengkalai dan tidak mendapatkan perawatan.

Gua yang tak pernah mendapat perhatian pemerintah itu akhirnya tertutup longsor pada 12 Februari 2017.

Jika saja pemerintah saat itu peka dan membuatkan talud penahan bukit dan memugar isi gua tersebut, tempat tersebut pasti akan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Namun, nasi sudah menjadi bubur, gua Jepang Kiawa Kawangkoan tinggal menjadi kenangan.

Meski begitu, wisatawan masih bisa menikmati sisa-sisa gua yang masih ada. Wisatawan juga bisa melihat foto-fotonya di internet milik para pengunjung sebelumnya.

Walaupun bukti autentiknya sudah tidak ada lagi, namun Minahasa selalu mengenang sejarah, pernah menjadi markas tentara Jepang. Markas untuk menyimpan logistik dan persenjataannya saat masa pendudukan di Indonesia.

Penulis: F. G. Tangkudung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed